BENGKALIS - Pemerintah Kabupaten Bengkalis mengucurkan dana Ratusan Juta Rupiah buat memberi kehidupan dan kenyamanan kehidupan yang layak bagi masyarakat banyak.
Tapi sayangnya tebaran uang yang di anggarkan dari APBD Negri Junjungan tersebut sering di salah gunakan sebagai jalan memperkaya diri sendiri bagi beberapa pemborong nakal yang di percayakan pada pekerjaan tersebut. Ini terlihat jelas dengan salah satu pekerjaan pencucian parit tali air di jalan Kimseng Desa Tanjung Medang Rupat Utara.
Di pekerjaan jalan tersebut telah dianggar kan oleh Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kab Bengkalis sebesar
Rp, 199,767,495,00 dan pekerjaan tersebut di kerjakan oleh CV, Choel Nusa Indotama dengan consultan pengawas CV Realise Consultan.
Dengan tidak mencantumkan volume pekerjaan jalan yang di kerjakan. Seperti yang di ketahui pihak konsultan seharusnya mencantumkan volume pekerjaan tersebut di SPJ Plank pekerjaan buat pengetahuan masyarakat dan khalayak umum.
.jpg)
Menanggapi akan hal itu dari masyarakat pihak media mencoba mencari informasi dengan hendak menemui consultan pengawas akan pekerjaan tersebut. Beberapa kali memantau tetap tidak terlihat kelibatnya pihak consultan pengawas.
Dan pada akhirnya pihak media bertemu dengan pihak pejabat desa yang juga katanya coba memantau akan pekerjaan tersebut. Menurut informasi dari aparat desa tersebut bahwa desa hanya mengetahui aja akan pekerjaan ini, dan tidak terlibat langsung karena pendanaan pekerjaan dari APBD Kabupaten Bengkalis, Ketika disinggung pihak media tentang pihak Consultan pen gawas yang tak ada kelihatan pihak aparat desa hanya menggeleng kan kepalanya tanda tidak mengetahui keberadaannya.
Pihak media mencoba terus menggali akan hal pekerjaan tersebut dan bertemu dengan seseorang nara sumber yang dapat di percaya. Menurut beliau memang benar pekerjaan tersebut di kerjakan dengan curiga akan hal pembekakan dana anggaran. Panjang nya parit ini berapalah jika di ukur.
Apa ada 3 apa empat kiloan. Sedangkan harga galian seperti yang di ketahui berkisar 18 hingga 23 ribuan per meternya. Coba kita kaji ulang lagi berapa dana pekerjaan yang habis. Apa nggak terlalu berlebihan dana nya itu dengan hasil pekerjaan yang di kerjakan. Jadi kita juga berharap Dinas terkait mengakaji ulang dana pekerjaan tersebut dan turun lapangan agar tau kondisi pekerjaan seperti apa.pungkasnya

